Keluarga Besar JIGER
Langkah demi langkah telah kita jalani dengan rasa kebersamaan dalam meningkatkan kualitas anak didik SMP Negeri 1 Puger
Keluarga Besar JIGER
Langkah demi langkah telah kita jalani dengan rasa kebersamaan dalam meningkatkan kualitas anak didik SMP Negeri 1 Puger
Pentingnya Sarana Komunikasi
Sebagai sarana komunikasi yang tidak terhambat oleh ruang dan waktu, kami harapkan sebagai media untuk menyerap berbagai masukan positif untuk kemajuan sekolah
Sarana Pendukung Pembelajaran
Kami menyadari bahwa peranan teknologi informasi terhadap sistem pembelajaran adalah penting
Kegiatan Rutin dan Ekstrakurikuler
Sebagai sarana komunikasi yang tidak terhambat oleh ruang dan waktu, kami harapkan sebagai media untuk menyerap berbagai masukan positif untuk kemajuan sekolah
Kegiatan dan Prestasi yang diperoleh
Website ini merupakan wujud dari kesungguhan kami untuk membangun komunikasi interaktif demi meningkatkan kualitas pendidikan
Senin, 09 Mei 2011
Hari Kebangkitan Nasional 2011
PP RI NOMOR 53 TAHUN 2010, TENTANG DISIPLIN PEGAWAI NEGERI
Bim Salabim, Menyulap Nilai E Menjadi A
Biasanya, pihak kampus menyediakan kelas pendek untuk mengulang mata kuliah. Ini memang tawaran yang menarik, tapi ada beberapa konsekuensi yang harus diterima.
Konsekuensi itu antara lain, waktu yang terbuang untuk mata kuliah yang sama dan tentunya biaya pendidikan menjadi bengkak.
Nah, jika kamu memutuskan untuk mengambil kelas di semester pendek, maka ada beberapa hal yang harus kamu lakukan. Tujuannya, jangan sampai nilai terjelek itu kembali tertera dalam kartu hasil studi (KHS).
1. Niat dan Evaluasi Diri.
Mengikuti kelas di semester pendek harus dibarengi dengan niat untuk memperbaiki nilai. Jika kamu menjalankannya dengan biasa-biasa saja, maka hasilnya juga akan biasa saja.
Evaluasilah dirimu, mengapa ketika itu bisa mendapat nilai D atau E. Apakah pelajarannya sulit? Bermasalah dengan dosen? Atau banyak bolos? Klasifikasikan permasalahanmu dan cari solusinya. Ingat jangan sampai kamu terjatuh pada lubang yang sama.
2. Konsultasikan Masalahmu dengan Dosen
Jika kamu kesulitan untuk menerima materi pelajaran, mintalah waktu kepada dosen, sesudah kelas usai.
Komunikasikan bagian tersulit yang kamu hadapi, pastikan kamu bisa mengerti mendengar penjelasan dosen. Siapa tau dengan cara komunikasi seperti itu kamu lebih mudah untuk menerima materi, ketimbang secara massal di dalam kelas.
3. Maju Satu Langkah
Dengan kamu mengulang mata kuliah, sebenarnya kamu sudah memiliki 'amunisi' yang sama. Kumpulkan kembali beberapa referensi, buku atau catatan yang kamu miliki. Baca kembali materi kuliah sebelum memasuki kelas, sesuai dengan satuan acara perkuliahan (SAP).
Jadi ketika dosen melakukan kuis mendadak kamu sudah siap!
4. Perluas Pergaulan
Jangan putus asa karena nilai E. Kamu harus tetap optimistis dan ambil hikmahnya.
Dengan ikut kelas di semester pendek, artinya kamu akan mendapat teman baru. Perluaslah pergaulan, siapa tau kamu akan mendapat manfaat yang bisa menambah kualitas dirimu.
(Diolah dari berbagai sumber)(rhs)
Belajar Efektif dengan Studi Kasus
"Deskripsi kasus aktual yang dihadapi seorang tokoh akan meningkatkan pemahaman mahasiswa," jelas pengajar pada Bina Nusantara Business School (BBS) Hadi Satyagraha di BBS, Jakarta, Rabu (27/10/2010).
Studi kasus pertama kali diperkenalkan oleh Harvard Business School. Pada 1920-an, Harvard pun menahbiskan studi kasus sebagai metode pembelajaran di sekolah bergengsi tersebut.
Metode ini mengajarkan mahasiswa berpikir induktif dengan meneliti kasus per kasus, untuk kemudian menarik kesimpulan dan membuat teori atas kasus-kasus tersebut.
"Studi kasus menjadi solusi atas kelemahan metode kuliah klasikal yang umumnya deduktif dan hanya mengajarkan teori secara abstrak. Akibatnya, ketika di dunia nyata, mahasiswa kesulitan menerapkan teori yang paling tepat untuk menyelesaikan masalahnya," papar Hadi.
Fakta-fakta empirik dalam studi kasus akan menciptakan kerangka berpikir mahasiswa dan meningkatkan daya pikir kritisnya. Hal ini diperkuat dengan berbagai diskusi yang dilakukan di kelas membahas kasus tertentu.
"Studi kasus mendorong keaktifan mahasiswa dalam proses belajar. Diskusi juga akan menyumbang lebih banyak ilmu ketimbang ketika mahasiswa belajar sendiri," tutur Hadi.
BBS menyadari pentingnya studi kasus dalam proses pembelajaran bisnis. Mereka pun menulis buku berisi berbagai kasus bisnis di Indonesia sebagai bahan pembelajaran para mahasiswanya.
Buku bertajuk Indonesian Business Cases: From Innovation to Final Excellence ini di antaranya berisi kasus yang dihadapi PT Martina Berto dan PT Yamaha Motor Kencana.
Dean of Program BBS Minaldi Loeis menjelaskan, kasus-kasus dalam buku tersebut sudah dikaji. "Tahun depan kami menargetkan ada pembahasan seratus kasus lagi," imbuh Minaldi saat peluncuran buku Indonesian Business Cases: From Innovation to Final Excellence, di kampus BBS Jakarta, Rabu (27/10/2010).
Dia menambahkan, buku tersebut juga menjadi penanda hubungan baik antara BBS dengan para mitra kerjanya.(rhs)
Aplikasi Internet yang Bikin Pintar
Namun, membaca terkadang dapat membuatmu bosan. Untungnya, ada beberapa aplikasi keren yang bisa membuatmu lebih pintar. Simak daftarnya seperti dikutip dari situs College Candy, Minggu (8/5/2011).
Dictionary.comAplikasi gratis ini menyediakan hampir dua juta kata terpilih. Kita juga bisa menggunakan fitur tesaurus dan 'kata hari ini'.
Wordbook
Aplikasi berbayar ini menampilkan halaman awal lebih baik. Ia menyediakan sekira 220.000 definisi yang sangat jelas dan ditulis dengan baik. Aplikasi ini juga menyediakan informasi tentang asal kata dan contoh pengucapan tiap kata.
Word of the Day
Perangkat Word of the Day memberimu satu kata baru setiap hari lengkap dengan artinya. Dengan mengetahui satu kata baru per hari, ilmumu akan terus bertambah, kan?
iBooks dengan Project Gutenburg
Perusahaan komputer Apple telah membuat aplikasi gratis yang mereka namai iBooks. Fungsinya adalah sebagai media penyimpan buku yang bisa kamu unduh dari iBookstore. Setelah kamu mengunduh satu buku ke iBook, kamu bisa memperlakukan buku itu layaknya buku sungguhan. Kamu bisa membalik halamannya satu per satu atau membuka halaman tertentu yang kamu perlukan.
Yang membuat iBooks sangat atraktif adalah, iBookstore menyimpan ribuan buku yang bisa kamu unduh secara gratis dari situs Project Gutenberg. Situs ini menyediakan domain buku-buku umum tanpa biaya. Kamu bisa mencari buku karangan Dickens, Tolstoy, bahkan Plato di iBookstore secara gratis. Tapi, tentu saja, kualitas buku-buku gratis di Project Gutenberg tidak sebaik jika kamu menjadi langganan berbayar mereka.
Yuk, perkaya wawasan!(rfa)
Mendiknas Jamin Angkat Guru Honorer
Mendiknas menyatakan, setiap tahunnya selalu ada formasi pengangkatan guru honorer menjadi PNS. Karena itu, Nuh meminta agar para guru honorer tidak khawatir, terutama terkait belum berubahnya status kepegawaian. Selama ini, ujarnya, pemerintah selalu membuka lowongan PNS untuk yang baru lulus dan pengangkatan pengajar yang selama ini sudah dipekerjakan oleh instansi pemerintah. Namun, jelas mantan Menteri Komunikasi dan Informatika ini, pengangkatan guru honorer tetap harus mengacu pada beberapa persyaratan. Terutama, berdasarkan Undang-Undang (UU) No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi guru honorer agar dapat diangkat PNS adalah kualifikasi akademik yang diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana (S-1) atau diploma (D-4). “Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional,” tegas Nuh di Gedung Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), Jakarta, kemarin.
Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini mengatakan, persyaratan itu merupakan prinsip dasar pengangkatan guru honorer. Meski Kemendiknas menghargai tuntutan kesejahteraan guru honorer, pengangkatan itu tidak dapat otomatis dilakukan. Berbeda dengan sebelum adanya UU Guru dan Dosen, ketika itu pengangkatan guru honorer menjadi PNS dapat dengan mudah dilakukan tanpa ada kualifikasi.
Berdasarkan data Kemendiknas, pengangkatan guru honorer menjadi PNS tidak akan melewati tenggat waktu 2015. Sebab, tahun itu semua guru sudah harus bersertifikasi dan bergelar S-1 ataupun D-4. Meski demikian, menurut Mendiknas, pengangkatan tidak dapat dilakukan sekaligus pada tahun yang sama. Hal ini disebabkan terbatasnya anggaran yang dimiliki pemerintah.
Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal mengungkapkan, Kemendiknas akan menaikkan kuota sertifikasi guru pada 2011 ini menjadi 50 persen, atau sebesar 300 ribu dari 200 ribu orang. Untuk memperlancar proses itu, maka anggaran tunjangan profesi pada 2015 juga dinaikkan menjadi Rp60 triliun.
Sertifikasi guru, jelas Fasli, sangat berguna untuk mengambil tunjangan profesi yang besarnya setara dengan satu kali gaji pokok. Pada 2007, tunjangan profesi telah disalurkan dari pemerintah pusat langsung ke rekening masing-masing guru penerima. Sedangkan pada 2008 dan 2009, tunjangan profesi disalurkan melalui dana dekonsentrasi di masing-masing dinas pendidikan provinsi. Kemudian, mulai 2010 tunjangan profesi bagi sebagian guru PNS daerah dibayarkan melalui mekanisme transfer ke daerah di kantor Dinas Pendidikan kabupaten/kota masing-masing.
Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Sulistyo mengatakan, pada 2011 jumlah guru honorer yang akan dinaikkan statusnya menjadi PNS mencapai 160 ribu orang. Kemudian, pada 2012 jumlah guru honorer yang akan mengikuti seleksi CPNS mencapai 720 ribu orang.
Anggota Komisi X DPR Ferdiansyah menilai, perhatian pemerintah terhadap guru honorer sangat rendah. Sebab, hingga kini masih ada ratusan ribu guru yang berstatus honorer. Banyaknya jumlah guru honorer yang belum diangkat ini disebabkan kekacauan data administrasi yang dimiliki pemerintah. “Seharusnya, pengangkatan itu dapat dilakukan pada tahun lalu namun tenggat waktu pendataan yang sedianya harus selesai Agustus 2010 terpaksa molor hingga tahun ini,” tegasnya. (neneng zubaidah/sindo)(//rfa)
Kemendiknas Ubah Kurikulum Pendidikan
Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, saat ini kurikulum pendidikan diserahkan ke sekolah dengan nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Namun, setelah dilakukan evaluasi ada beberapa hal yang dinilai tidak tepat, terutama terkait kurikulum penguatan nasionalisme.
“Kita harus perkuat nasionalisme dan tidak mengabaikan aspek kebersamaan secara nasional sehingga metodologi dan materi (empat mata pelajaran) akan ditata kembali,” katanya di Gedung Kemendiknas kemarin.
Mohammad Nuh mengungkapkan, ada empat mata pelajaran kurikulum yang akan ditentukan yakni Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, dan Matematika. Sementara yang lain seperti Bahasa Inggris, Geografi, Sejarah, Seni, dan Budaya tetap menjadi kewenangan sekolah untuk mengembangkannya.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, perubahan ini terkait dinamika yang ada di masyarakat. Jika tidak ada perubahan, dikhawatirkan tidak ada relevansi dalam kurikulum. Mantan Rektor ITS ini menambahkan, kurikulum baru ini akan diterapkan paling lambat pada 2012. Pembuatan kurikulum baru membutuhkan sosialisasi, pelatihan bagi guru, dan metode evaluasi yang harus dibuat agar kurikulumnya sempurna. “Dulu ada namanya CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif), berbasis kompetensi, KTSP, dan nanti mungkin namanya KTSP disempurnakan,” imbuhnya.
Berdasarkan data, sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan,setiap sekolah mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI) dan berpedoman pada panduan yang ditetapkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Anggota Komisi X DPR Ferdiansyah mendukung tinjauan ulang kurikulum tersebut. Hal itu juga usulannya kepada pemerintah sejak Bambang Sudibyo menjabat mendiknas. Namun, agar tidak kerja dua kali dan efektif, selagi penyusunan kurikulum Kemendiknas harus merevisi PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan. Dalam PP tersebut pembagian struktur kurikulumnya tidak jelas. Selain itu juga memudahkan ada pembuatan PP untuk kurikulum tersebut. (neneng zubaidah/sindo)(//rfa)
Pedoman Upacara Hardiknas 2011
Upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional secara nasional dilaksanakan dengan ketentuan:
- hari, tanggal : Senin, 2 Mei 2011
- pukul : 08.00 waktu setempat
- sifat upacara : Tertib, Khidmat, dan Sederhana
- tempat upacara : Lapangan Upacara (terbuka)
Kepada seluruh pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota, kepala perwakilan Indonesia di luar negeri, kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota, rektor perguruan tinggi negeri/swasta, kepala unit pelaksana teknis Kementerian Pendidikan Nasional agar menyelenggarakan upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2011
Untuk lebih menyemarakkan peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2011 diharapkan masing-masing instansi memasang spanduk dengan tema tersebut di atas merangkaikan berbagai kegiatan dan lomba untuk meningkatkan prestasi dan mutu pendidikan
Untuk lebih memupuk rasa patriotisme, selain mengadakan upacara bendera, panitia nasional peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2011 akan melakukan ziarah ke makam Ki Hajar Dewantara di Yogyakarta. Berkenaan dengan itu, dihimbau kiranya Bapak/Ibu Gubernur dan Bupati/Walikota juga berkenan melakukan ziarah ke taman makam pahlawan di wilayah masing-masing.
Untuk Bahan Pedoman Upacara Hardiknas 2011 bisa di Unduh dibawah ini:
Pedoman Upacara Hardiknas 2011
Hari Pendidikan Nasional 2011
Minggu, 01 Mei 2011
8 Standar Nasional Pendidikan dan 12 Kriteria SBI
Delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) :
- Standar isi
- Standar proses
- Standar kompetensi lulusan
- Standar Pendidikan dan tenaga kependidikan
- Standar sarana dan prasarana
- Standar Pengelolaan
- Standar pembiayaan
- Standar Penilaian pendidikan
Sementara 12 Kriteria SBI :
- SNP Harus sudah terpenuhi
- Guru untuk SMK, minimal S2/S3 sebanyak 30 Persen dari jumlah guru
- Kepala sekolah Min S2 dan mampu berbahasa asing secara aktif
- Akreditasi A (95)
- Sarana dan prasarana berbasis TIK
- Kurikulum KTSP diperkaya dengan kurikulum dari negara maju, serta penerapan SKS pada SMA/SMK
- Pembelajaran berbasis TIK dan bilingual, sister school dengan sekolah dari negara maju
- Manajemen berbasis TIK, ISO 9001 dan ISO 14000
- Evaluasi menerapkan model UN dan diperkaya dengan sistem Ujian Internasional
- Lulusan Memiliki daya saing internasional dalam melanjutkan pendidikan dan bekerja (untuk SMK)
- Kultur Sekolah, terjaminnya pendidikan karakter, bebas bullying (kekerasan dan pelecehan), demokratis, dan partisipatif.
- Pembiayaan dari APBN, APBD, dan boleh memungut biaya dari masyarakat atas dasar RAPBS yang akuntabel, minimal 20 persen peserta didik tidak mampu mendapatkan subsidi pendidikan.




